Sponsored by

Selasa, 28 November 2017

GAWAT! China Bangun Misil yang Mampu Ledakkan Asia Tenggara, "Usik Warga Kami, Kalian Semua Mati!"


Gerakan  anti China yang meluas di Vietnam dikhawatirkan diikuti oleh negara-negara Asia Tenggara. Untuk menanggulanginya, pemerintah China membangun pangkalan militer yang dilengkapi misil yang bisa menjangkau seluruh kawasan Asia Tenggara.

Aktifitas China tersebut terdokumentasi oleh layanan satelit sipil Imagesat International . Terlihat dua batere dengan delapan peluncur misil anti udara serta perangkat pendukung terpasang di Pulau Woody.

Pejabat militer Taiwan, Jendral David Lo, menyatakan tindakan China tidak bertanggungjawab yang dapat memicu pertikaian militer di kawasan. "Pihak-pihak yang berkepentingan seharusnya bekerjasama untuk mempertahankan perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan. Dan menahan diri dari mengambil tindakan sendiri yang dapat meningkatkan tensi kawasan," tegas Jendral David Lo.

Sementara itu, Perdana Menteri Vietnam telah meminta Amerika Serikat untuk berperan dalam mencegah aktifitas militer China di Asia Tenggara.

Begitu juga Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga, menyatakan aksi China merupakan usaha untuk memperkuat klaim atas gugus Kepulauan Paracel. "China berusaha untuk mengubah situasi dan meningkatkan tekanan di Laut China selatan," tukas Suga.

Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, tidak menyangkal terkait laporan tersebut. "Fasilitas pertahanan dibutuhkan di kepulauan karang itu, ini konsisten dengan hukum internasional tentang pertahanan diri," tandas Wang Yi.

China mengklaim hampir keseluruhan wilayah Laut China Selatan, bersengketa dengan Taiwan, Vietnam, Filipina, Malaysia, Singapura, Brunei Darusallam, Kamboja dan juga Indonesia.

Ambisi China untuk menguasai wilayah lautan tersebut sangat berbahaya, jalur Laut China Selatan sendiri dibutuhkan dalam perdagangan internasional. Setiap tahun nilai perdagangan yang melalui Laut China Selatan sekitar 5 triliun Dolar, dan USA berkepentingan karena 1 triliun Dolar merupakan perdagangan Paman Sam. Tentu juga ambisi China terkait kandungan minyak dan gas yang terdapat di Laut China Selatan.

Keputusan unilateral China memasang perangkat misil anti udara di Pulau Woody menunjukkan bahwa negara panda tersebut dapat saja memasang fasilitas militer di mana pun, kapan pun, sepanjang Laut China Selatan. Ini jelas merupakan ancaman bagi negara-negara di Asia Tenggara.

- Misil S-400 -

Pemasangan perangkat misil anti udara China di Pulau Woody, telah menunjukkan niat dari perdagangan senjata antara China dan Rusia. Pada November 2015 China - Rusia menandatangani kontrak pembelian senjata senilai 3 miliar Dolar. Rusia akan menyediakan enam divisi misil S-400, setiap divisi terdiri dari delapan peluncur S-400.

Satu divisi sudah terpasang di Pulau Woody, apakah sisa lima divisi lainnya akan tersebar sepanjang Laut China Selatan? Kemungkinan besar, ya! Dengan demikian, semua wilayah udara negara Asia Tenggara berada dalam ancaman tembak S-400.

Perangkat S-400 yang sama juga digunakan oleh Rusia setelah pesawat tempurnyanya, Su-24 Fencer, ditembak jatuh oleh Turki akhir 2015 lalu. Rusia memasang sistem misil S-400 diperbatasan Suriah - Turki.

Apa itu sistem misil S-400? Ini merupakan sistem jarak jauh Surface to Air Missile (SAM) yang sangat berbahaya. Jarak tembak efektif S-400 mencapai sekitar 400 Km/ 215 Nautical Mil. S-400 dapat melacak 100 aktifitas udara dan menembak enam diantaranya secara bersamaan.

Dilaporkan S-400 mampu menanggapi pesawat dengan deteksi minim dan dapat melumpuhkan amunisi kendali, selain itu S-400 memiliki mobilitas tinggi dapat mudah untuk dipindahkan. Sistem ini memiliki wilayah operasi yang luas, termasuk menghadapi pesawat siluman. Merupakan ancaman bagi wilayah udara negara tetangga.

Seunit misil S-400 yang senilai beberapa juta Dolar, dapat menjatuhkan aset pesawat yang bernilai ratusan juta Dolar, seperti pesawat tanpa awak RQ-4, F-22, F-35 Figthers, bahkan B-2 Bomber yang senilai 2 miliar Dolar dapat dirontokkan oleh S-400. Apa lagi pesawat penerbangan sipil, akan jadi sasaran empuk S-400.

Penempatan S-400 dapat merubah strategi perang, rasio biaya antara misil dan pesawat dapat mempengaruhi keputusan strategis petinggi militer.

Bila China menempatkan divisi S-400 berdekatak perairan Kepulauan Spartly dan Kepulauan Natuna, maka akan menjadi mimpi buruk bagi keseimbangan militer kawasan Asia Tenggara. Nyaris semua wilayah udara negara Asean dalam jarak tembak S-400.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar