Sponsored by

Senin, 27 November 2017

Rakyat Vietnam Usir Ribuan Warga China, Menlu China : Indonesia Jangan Coba-coba Ikutan!


Kala polisi berjaga untuk mencegah meluasnya kerusuhan anti Cina di beberapa kota besar di Vietnam, Cina bergegas mengevakuasi lebih dari 3.000 warganya yang bekerja di negara itu.

Cina menyewa dua pesawat untuk membawa ribuan warganya keluar dari Vietnam, termasuk mereka yang terluka akibat kerusuhan besar pekan lalu. Mereka diterbangkan ke Chengdu.

Lima kapal laut juga berlayar keluar dari Vietnam membawa pulang ribuan warga Cina lainnya, seperti dilansir oleh Xinhua. Ratusan warga Cina lainnya menggunakan pesawat komersial meninggalkan Vietnam dan ada yang menyelamatkan diri ke Kamboja.

Pemulangan warga Cina dari Vietnam merupakan peristiwa terbesar yang pernah terjadi. Protes anti Cina berawal setelah perusahaan energi pemerintah Cina, CNOOC, mengerahkan lusinan kapal lautnya membangun kilang minyak senilai US$ 1 miliar di perairan yang menjadi bagian dari sengketa panjang di Laut Cina Selatan antara Cina dengan Vietnam dan beberapa negara lainnya.

Keputusan Cina ini dianggap sebagai tindakan yang paling provokatif sejak ketegangan kedua negara memperebutkan kawasan itu.

Aksi protes yang awalnya berlangsung damai pada pekan lalu berubah menjadi aksi kekerasan anti Cina. "Keinginan kami menggelar protes didasari dukungan terhadap pemerintah untuk mengusir kilang minyak itu keluar dari wilayah perairan Vietnam," kata Van Cung, pensiunan tentara berpangkat kolonel yang melakukan protes di depan gedung Kedutaan Cina di Hanoi.

Baca Juga :

Lia Eden : Indonesia Tertimpa Bencana, Ahok Harus Dibebaskan!


Sejumlah orang ditangkap dalam aksi kerusuhan anti Cina di Hanoi dan Ho Chi Minh City.

Kerusuhan antara pekerja Vietnam dan Cina di provinsi Ha Tinh telah menewaskan dua orang dan melukai 140 orang. Namun, seorang dokter dan saksi mata menyebutkan angka lebih besar untuk jumlah korban yang tewas, yakni sekitar 13 hingga 21 orang. Kebanyakan yang tewas adalah warga Cina.

Cina menyesalkan terjadinya peristiwa ini. "Kejadian ini telah menghancurkan komunikasi dan kerja sama," kata Hong Lei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina.

Kementerian Luar Negeri Cina juga telah mengeluarkan ancaman agar kejadian serupa tidak merembet ke negara-negara Asean lainnya, seperti Indonesia.

"Kami akan menghadapi seluruh negara Asean jika terus seperti ini," kecam Hong Lei.


REUTERS | USA TODAY

Tidak ada komentar:

Posting Komentar